Sekali nulis kok ketagihan…karena kerjaan nggak begitu tinggi loadnya, jadi ketagian ngblog terus.Tapi tak apa lah dari pada melamun yang nggak nggak malah bisa kesambet(becanda:)).
Dalam postingan kali ini, saya mencoba sharing tentang Open Mind. Open mind ( Open=terbuka,mind=pikiran) berarti terbuka. Lawannya tertutup(introvert).
Ada sedikit cerita yang dapat menginspirasi kita tentang terbuka. Begini critanya (baca baik2!:)). Suatu perusahaan sedang mengadakan training untuk karyawan baru dari berbagai background pendidikan, sifat, karakter yang berbeda-beda. Sebelum training mulai diadakan meeting koordinasi antara panitia dan peserta untuk menjelaskan aturan, acara dan perlengkapan yang diperlukan. Aturanya standar kok seperti tidak boleh datang terlambat-jam 7 tet-bueh,berat juga apalagi peserta yang dari cikarang padahal tempat training di Jakarta. Jam berapa harus berangkat?ya berangkat pagi lah bareng sama maling pulang kerja..hoho. Singkat cerita besoknya training sudah dimulai, para peserta pada berlarian dan ada 3 orang yang terlambat. Seperti biasa karena melanggar peraturan maka dikasih hukuman yaitu nyanyi mars. Terus datang Pak Direktur dan ada dialog dengan ornag yang telat sbb;
Direktur:D; Peserta:P
D:”Apa yang kalian rasakan”
P:”Aneh”
D:”Aneh gimana?”
P:(diam sambil mikir sejenak)”aneh saja pak, karena belum pernah tahu”
D:”Waktu nyanyi, kamu berfikir nggak?”
P:”tidak pak”
D:”Kok bisa?”
Cerita diatas ada sikap yang tidak terbuka. Dimanakah itu?coba cari jawabannya. Dan jangan melanjutkan sebelum ketemu jawabannya.Jika sudah ketemu cocokkan dengan penjelasan dibawah.
Kita tinggalkan ceritanya dulu kita kembali ke makna Open Mind alias terbuka. “Terbuka”, kata yang simple tapi mencakup nilai yang luas. Mungkin dari kita mengartikan terbuka dengan “mau menerima masukan berupa kritik,saran,ide dari orang lain”. Saya juga sepakat!intinya apapun yang mengarah pada kita cobalah untuk berfikir positif. Jika bos lagi marah marah pada kita ambil sisi positifnya. Kalo masih mau marah berarti masih sayang sama kita.Tapi jangan buat mara terus.Kalo ada yang menyanggah ide kita, tentu bukan karena ide kita yang jelek tapi karena ada yang kurang dan perlu dilengkapi. Sekalilagi intinya berfikir positif.
Akan tetapi tidak cukup dengan itu saja. Orang yang terbuka maka dia akan membuat segala yang masuk ke panca inderanya sebagai suatu pelajaran. Dan intinya adalah jangan melamun alias mikir dengan pikiran yang positif. Untuk contohnya ada di cerita diatas. Coba check jawaban anda dengan contoh diatas. Poinnya adalah pada cerita itu, si peserta pada waktu nyanyi ternyata tidak berfikir dan tidak merasakan yang pada akhirnya tidak dapat mengambil pelajaran dari apa yang dia lakukan. Seharusnya dia berfikir, isinya apa sih. Kandungan tersiratnya apa?Apa yang dapat saya ambil dari situ. Ada contoh lagi ketika kita pergi ke dokter dan harus menunggu antrian. Apa yang kita lakukan? Malamun itu adalah yang dulu saya alami tanpa menghiraukan keadaan sekitar sehingga waktu terbuang sia sia. Orang terbuka maka dia akan mempelajari hal hal yang positif dari apa yang dihadapi.misalnya, liat tata ruang rumah sakit, apa yang unik?kita lihat perawat yang sedang melayani pasien, apa saja yang dia lakukan. untuk setiap pasien sama atau tidak.
Dengan demikian waktu kita insyaAlloh tidak akan terbuang sia-sia.intinya mikir mikir dan mikir. Tentu dengan pikiran yang positif untuk mendapatkan energi positif.
Sekian terima kasih

jhoesaphad berkata
nice story,..
thanks ya, ceritamu membantuku dalam hal pribadiku..skl lg thanks ya..
Joko berkata
OK gan, ma kasih telah mampir.
Semoga ane dapat membuat postingan yang lebih bagus dan lebih bermanfaat bagi ane pribadi dan orang lain.:)
Aris Prawisudatama berkata
mas joko lihatin perawat di rumah sakit, langsung ditabok sama sang istri