Sebagaimana tulisan sebelumnya disini akan tak ulas sedikit mengenai game engine berbasis java yang pernah tak pakek yaitu GTGE dan jME. Judul GTGE vs jME terkesan membandingkan kudua game engine ini tapi disini saya gak akan membandingkan karena memang dua “benda” ini berbeda jauh. Persamaannya ya kuduanya merupakan game engine berbasis java.
GTGE( GOLDEN T GAME ENGINE )
informasi lengkap mengenai game engine ini dapat dilihat lengkap di alamat resminya ada yang bahasa indonesia lagi. Memang game engine ini dikembangkan oleh orang indonesia. Forum dalam bahasa indonesia juga ada. Disini saya hanya akan mengulas sedikit saja. GTGE merupakan game engine yang bersufat freeware artinya kita dapat dengan mudah mendownload dari librarynya sampai dokumentasinya akan teatapi kita tidak dapat minta semua source codenya. Untuk minta sebagian source code sebagian library bisa tapi sulit. “GTGE adalah freeware bukan open source” salah satu tanggapan yang pernah tak baca ketika si developer dimintai sebagian source code. GTGE sendiri menyediakan banyak library yang lumayan lengkap dan enak untuk dipelajari dan diimplementasikan. Fitur yang terpenting sebagai game engine 2D adalah :
- Dapat membaca image dengan format .gif, .png, .jpg.
- Mampun membaca file audio berformat .wav, .mid, .mp3, .ogg.
- Input mouse dan keyboard.
- Mendukung sprite dan sprite group.
- Mendukung bermacam macam backround.
- Detail Collision Detection .
Dengan fitur – fitur ini kita sudah dapat membuat sebuah game. Screenshot Contoh hasil game yang pernah tak coba seperti ini :
jMonkeyEngine (jME)
Berbeda dengan GTGE jME merupakan game engine open source berlisensi BSD. Kita dapat download sorce code, dokumentasim tutorial yang telah disediakan di http://www.jmonkeyengine.com/. Sampai sekarang jME ini masih terus dikembangkan dan telah mengeluarkan addon-addonnya seperti jTerra, Mongkey3Dworld,dll. jME dikembangkan dengan graphics engine LWJGL(Lightweight Java Game Library) Fitur-fiturnya juga lengkap seperti dari pembacaan animasi mulai dari file Collada, md2, md3, dan yang pasti support penuh terhadap format Milkshape(.ms3d) sedang yang laen sering ngebug. Disamping itu library matematikany juga lumayan lengkap yang disesuaikan dengan kebutuhan game, mulai dari operasi vektor, matrik, dan juga quartenion. Untuk mempelajari disarankan untuk mempelajari konsep komputer grafik terlebih dahulu meskipun tidak mendalam untuk mengetahui gambaran dari setiap fitur ya.ng diberikan. “Jangan terburu buru untuk malaju ke coding tanpa tahu gambaran fungsi fitur yang diiberikan”. ini akan membantu menghindarkan diri dari frustasi ketika ngoding. Karena sepanjang yang saya source code nya menggunakan istilah istilah komputer grafik baik untuk variabel maupun keterangannya. Tambah lagi untuk membuat game khususnya game 3D maka matematikanya harus lihai terutama untuk vektor dan matrik dan yang paling susah quartenion. Minimal tahu gambaran input dan outputnya. Kita harus tahu nama operasi itu, yang dioperasikan apa aja( input ), kemudian outputnya apa( bukan nilai tapi gambarannya ). Misalnya ada operasi cross pada vektor, maka yang perlu kita tahu :
- Namanya : operasi cross.
- operand ( yang dioperasikan ): dua buah vektor.
- Menghasilkan vektor.
- Dan tak perlu tahu bagaimana cara melakukan perhitungannya karena ditangani oleh jME.
Kesulitan yang saya alami sendiri ketika ngoprek jME adalah bagaimana memanfaatkan library tersebut. Penyebabnya adalah lemahnya pemahaman komputer grafik dan terburu-buru untuk coding. Disamping itu tentu saja untuk OOP dan java nya juga harus kuat.:D.

Bruury berkata
waaaaaaaaaaaaaaah,,,
aku dulu pernah njajal engine ini, tapi sayang ndak diterusin lagi…
jek, kirimi gem gaweanmu poo..
tak jajale..
hehhee…
joko berkata
ealah brur. Ki lo dudu game.Cuma interface tok.:D
Andi Taru berkata
ndak diterusin gimana? GTGE masih dikembangkan sampai saat ini. Sekarang lagi dibuat versi 1.0 nya. GTGE termasuk game engine yang istimewa karena dapat membuat game 2D yang benar – benar keren.
Bahkan beberapa perusahaan komersial seperti EDNA menggunakan engine ini. Tapi sayang informasi library GTGE tidak ditampilkan.
Tunggu saja versi terbaru, atau pake versi yang 0.2.3 juga gpp .Udah cukup buat game yang powerfull dan bagus.
Salam,
GTGE Developer
Joko berkata
@Andi Taru
Iya sih mas, GTGE itu menurut saya udah cukup kalo kita ingin mengembangkan game 2D saja. Tapi kalo mo ngembangin yang 3D bisa gak ya?
Andi Taru berkata
Kalo 3D pake JME (JMonkeyEngine) ajah.. lebih oke
joko berkata
Iya mas, tapi sayank seribu sayang game dengan java hasilnya jadi lambat. Gimana donk?
Andi Taru berkata
Kok lambat gimana, sebenere tergantung bagaimana cara coding kita. Coba game tribal trouble ga ada lambat2nya sama sekali itu game padahal dibuat pake java. Saya juga sekarang bekerja di perusahaan game java, performance nya selama ini tidak menjadi masalah. Malah java merupakan bahasa pemrograman yg lengkap
joko berkata
Owh, gitu kah,
Terima kasih atas masukkannya.Tapi yang saya tahu dan cerita dari berbagai temen, java memang lambat jika kita bandingkan dengan C misalnya. Ya mungkin memang saya sendiri yang masih kacau di coding. Dan sekarang dah jauh dari dunia programming.:D